Perbedaan Penyakit Tipes Dan Tifus

Selama ini, gejala DBD dan tipes masih sering sulit dibedakan. Tapi, ada hal lain yang perlu Anda tahu, bahwa istilah penyakit yang disebabkan Salmonella Tifosa ini bukanlah tifus, melainkan tipes. Untuk meluruskan salah kaprah ini, simak tanya jawab seputar tipes di bawah ini.

Mengapa tipes, bukan tifus?
Tipes atau yang istilah medisnya demam tifoid (typhoid fever), adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella Tifosa. Penyakit ini bisa menyerang saat bakteri tersebut masuk melalui makanan atau minuman, sehingga terjadi infeksi saluran pencernaan yaitu usus halus.

Dan melalui peredaran darah, bakteri sampai di organ tubuh terutama hati dan limpa. Ia kemudian berkembang biak. Dari hati dan limpa, bakteri masuk kembali ke dalam darah dan menyebar ke seluruh tubuh.

Selama ini banyak orang menyebut penyakit ini tifus. Padahal, tipes dan tifus adalah dua penyakit berbeda. Tifus adalah infeksi yang ditularkan oleh tikus, yang menyebabkan demam dan ruam. Tifus ini penyakit parasit, bukan yang disebabkan bakteri. Nah, agar tidak salah penyebutan lagi, sebaiknya penyakit ini disebut sebagai demam tifoid.

Demam tinggi yang seperti apa yang bisa jadi gejala?
Sebenarnya, gejala demam tifoid itu bervariasi. Bakteri yang masuk tidak langsung menyebabkan demam tifoid. Ada kalanya, bakteri salmonela tifosa yang masuk ke tubuh, tidak menyebabkan demam tifoid. Jika bakteri masuk ke tubuh dalam jumlah banyak, kondisi ini dapat mengakibatkan diare. Semua bakteri dapat langsung ke luar dari tubuh, sehingga dalam waktu 1-2 hari bisa sembuh.

Tapi, jika bakteri yang masuk sedikit demi sedikit, menetap dalam tubuh, dan beranak pinak. Penyakit ini timbul secara bertahap dalam waktu 7-21 hari setelah terinfeksi. Diawali demam tinggi (39° sampai 40°C) lebih dari seminggu. Penderita demam tifoid mulai demam rendah pada malam hari, hilang esoknya, terulang lagi malamnya, menjadi makin hari makin tinggi.

Selain demam tifoid, ada juga, demam paratifoid disebabkan oleh Salmonella paratyphi. Hanya, boleh dikatakan demam paratifoid lebih ringan dibandingkan dengan demam tifoid. Gejalanya hampir sama dengan demam tifoid, tetapi penyakit ini masa inkubasinya lebih pendek (4-5 hari).

Mengapa penyembuhannya memakan waktu lama?
Pemberian antibiotik adalah terapi efektif untuk demam tifoid dan paratifoid. Dengan antibiotik tepat, lebih dari 99% penderita dapat disembuhkan. Pada umumnya orang yang sakit tifoid, apabila diobati dengan tepat bisa sembuh dalam hitungan hari. Biasanya satu minggu. Tetapi kalau ada yang sampai bulanan, selain penanganannya terlambat, obat yang diberikan berarti tidak tepat.(vvn) http://www.SuaraMedia.com

~ oleh lintasdunia pada Juni 9, 2009.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: