Tipe Teman Kerja Yang Harus Anda Waspadai

Setiap pagi, tiap kali akan berangkat ke kantor, Anda merasa stres.

Bukan karena laporan yang belum selesai, melainkan karena membayangkan

akan bertemu manusia-manusia di kantor.

Dari mulai atasan yang selalu

menyelidiki apa yang tengah Anda kerjakan sampai dengan teman sekerja

yang gemar bergunjing atau suka bergaya merayu.

Jika Anda tak

bisa mengatasinya, kurangi ketegangan. Toh, Anda tetap harus bekerja di

kelilingi orang-orang tersebut.
Jadi, sebaiknya, jangan buat situasi

menjadi lebih buruk. Tak perlu pula ikut-ikutan bersikap seperti

mereka. Atasi masalah dengan tenang.

Tukang mengeluh

Ia selalu sibuk menceritakan bagaimana tersiksanya dirinya. Mulai dari beban pekerjaan yang berlebihan sampai pada kehidupan pribadinya.

Teman sekerja yang termasuk tipe jenis ini merasa hidupnya tidak pernah berubah menjadi lebih baik.

Cara menghadapinya:
Hadapi dia dengan cara positif. Usahakan untuk menghindari dengan cara

halus. Batasi waktu Anda dengan tipe orang seperti ini. Buat jarak

karena bila tidak, dia dapat mempengaruhi kejiwaan Anda.

Tukang gertak

Tukang gertak tidak dapat menyenangkan hati orang lain dan selalu merasa, dialah yang paling benar.
Cara menghadapinya:

Sebaiknya tidak perlu ikut campur. Katakan hal-hal yang Anda setujui

dari sikapnya lalu utarakan pula padanya pendapat Anda. Anda tidak

perlu mengatakan pendapatnya baik. Yang penting, nyatakan perbedaan

pendapat Anda dan dia. Bila tidak dapat mencapai kesepakatan, mungkin

sudah waktunya untuk meminta pendapat atasan Anda.

Si playboy

Ia memiliki tatapan mata yang dalam, seolah-olah dapat menelanjangi diri Anda. Dia selalu siap dengan rayuannya.

Cara menghadapinya:

Jangan tanggapi secara serius. Beri umpan balik dengan bercanda sebagai

cara menjaga diri.

Beri jawaban yang jenaka tetapi diplomatis untuk

menolak ajakan dan rayuannya. Yang penting, jawaban berupa penolakan

yang harus dimengerti olehnya.

Bila dia sampai membuat Anda merasa

tidak nyaman dan mengganggu konsentrasi kerja, beri dia peringatan

bahwa Anda akan melaporkannya ke bagian personalia bila dia tidak juga

menghentikan gangguannya.

Si pengawas

Diaakan resah bila Anda tampak tenang sementara ada tugas darinya yang harus segera diselesaikan.
Dia akan selalu berada di dekat Anda dan setiap saat menanyakan kemajuan pekerjaan yang diperintahkannya kepada Anda.

Cara menghadapinya: Walaupun rasanya ingin

lepas dari pengawasannya, mau tidak mau Anda tetap harus berkomunikasi dengannya.
Anda tak akan dapat mengubah sikapnya. Jadi, Anda harus bisamemintanya mengerti batasan antara kritik yang membangun dengan interupsi yang tidak perlu.
Bicarakan bersama pada awal proyek dan

jadwalkan kapan Anda berdua akan bertemu untuk menindaklanjuti proyek atau pekerjaan yang ditugaskannya pada anda.engan cara ini Anda dan dia akan sama-sama merasa tenang.

Tukang cari muka

Selalu berusaha mencari muka pada atasan dengan memberikan puji-pujian. Sikapnya sangat menyebalkan.

Cara menghadapinya:

Anda tidak perlu melakukan apa-apa, terutama bila sikapnya yang

menyebalkan tersebut tidak merugikan Anda.

Yang penting, semua orang

termasuk atasan Anda, tahu bahwa dia memang tukang cari muka.

Tukang gosip

Sibuk

membicarakan keburukan orang lain. Ada saja hal buruk seseorang yang

diceritakan si tukang gosip. Anda pun perlu hati-hati karena bisa jadi

di lain waktu Andalah yang digunjingkan.

Cara menghadapinya:

Meski sibuk dengan pekerjaan dan sibuk mengejar target atau tenggat

waktu, jangan lupa untuk bersosialisasi terutama dengan orang-orang di

bagian/departemen yang berbeda agar Anda tahu apa yang terjadi di

kantor.

Sangat tidak nyaman jadi pembicaraan orang, ditambah lagi bila

Anda tak punya teman untuk meluruskan gosip tersebut.

Bersosialisasi

itu perlu, tapi tak perlu melibatkan diri dengan memihak pada satu

kelompok tertentu karena hal ini akan berbahaya bagi diri Anda.

Sebaiknya bersikap netral saja.

Si penyendiri

Memperlihatkan

sikap kurang berminat untuk bergabung dengan sesama teman sekerja.

Baginya, yang penting mengerjakan tugas dan kewajiban dirinya sendiri.

Cara menghadapinya:

Jangan berburuk sangka bila Anda tidak tahu mengapa dia bersikap

demikian.

Seseorang yang senang menyendiri bisa jadi mempunyai masalah

dalam kehidupan pribadinya.

Masalah tersebut bisa berupa depresi,

mengidap suatu penyakit, atau bahkan mungkin mengalami pelecehan dalam

rumah tangga.

Bila sikapnya berdampak negatif pada pekerjaan Anda dan

teman-teman yang lain, sebaiknya laporkan pada atasan.

Tukang ikut campur
Sibuk menguping pembicaraan teman yang sedang menelepon, diam-diam membaca apa yang tertulis di layar monitor Anda, dan selalu ingin tahu masalah pribadi seseorang.
Dia selalu merasa menjadi sahabat Anda, lepas dari

apa yang Anda rasakan dan pikirkan mengenai hubungan Anda dan dia.

Cara menghadapinya:

Batasi hubungan dengannya tanpa perlu berkonfrontasi, semisal dengan

mengatakan, “Mengapa Anda sangat ingin mengetahuinya?”

Ingat, Anda idak dapat mengendalikan apa yang dikatakannya tentang diri Anda pada
orang lain, tapi Anda dapat mengendalikan apa yang Anda katakan atau ceritakan kepadanya.

Terkadang untuk menghadapi orang yang termasuk

tipe ini, ada saatnya Anda perlu bilang, “Ini urusan saya, bukan urusan

kamu! (Waspada online.)

~ oleh lintasdunia pada Mei 26, 2009.

Satu Tanggapan to “Tipe Teman Kerja Yang Harus Anda Waspadai”

  1. Ye Ile Teman kerja ku kayak itu banget… Jutek…!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: