Alasan pria tergila2 pertandingan olah raga


Janji kencan yang sudah direncanakan seminggu lalu, tiba-tiba harus dibatalkan karena si dia memilih nonton
siaran langsung F-1 di salah satu saluran TV swasta. Sebal? Itu pasti!
Bagaimana tidak sebal kalau setiap akhir pekan dia hanya nongkrong di depan televisi untuk menonton
pertandingan F-1 atau pertandingan sepak bola?
Kalau hal ini dibiarkan berlarut-larut, kapan Anda bisa pacaran seperti orang “normal”?
Entah itu nonton ke bioskop, makan di restoran atau sekedar jalan-jalan ke mal.

Tapi memang begitulah adanya kaum lelaki. Nah, supaya tak terus-menerus sakit dan makan hati.
Lebih baik pahami benar, alasan mayoritas kaum adam ini tergila-gila pada acara pertandingan olahraga.
Menurut Phillip Hodson seorang pakar relationship, para pria memang sudah dari “sono”nya punya ambisi
untuk meraih kemenangan. Sejak kecil, mereka sudah diajarkan untuk berkompetisi, misalnya dalam pelajaran,
lomba lari, balap sepeda, adu layangan, dan sebagainya.
Saat menginjak dewasa, dorongan berkompetisi ini tidak banyak berubah. Saat pria menonton pertandingan
sepak bola di layar televisi, ia merasa seolah menjadi salah satu anggota kesebelasan yang sedang bertanding.
Tak heran jika ia berjingkrak- jingkrak, berteriak-teriak seperti orang gila bila tim pujaan mereka menang atau
jagoannya berhasil mencetak gol.

Phillip Hodson menjelaskan, ada 5 hal positif saat pria tergila-gila pada olahraga. Ingin tahu apa saja?

1. Olahraga = menaklukkan masalah
Para pria memiliki hasrat yang besar untuk memecahkan setiap permasalahan yang dihadapi baik oleh
pasangan maupun dirinya sendiri. Memecahkan masalah membutuhkan strategi, sama halnya seperti olahraga.

2. Olahraga membutuhkan keberanian
Kegiatan-kegiatan yang membutuhkan keberanian dan menyerempet bahaya bisa menimbulkan sensasi yang
membuat para pria terinspirasi.

3. Dengan menyaksikan acara-acara tersebut, kepercayaan diri bahwa mereka pun mampu “mengalahkan”
persoalan-persoalan (di kantor, dalam pergaulan atau hubungan dengan pasangan) akan meningkat.
Mereka yakin bisa memecahkan persoalan hidup seperti para pemenang di dunia olahraga.

4. Impian menjadi pemimpin
Dalam hati setiap pria pasti tersimpan keinginan untuk menjadi seorang pelatih yang mampu mengatur
dan memimpin tim/atlet meraih gelar juara. Bagi para pria, seorang pelatih adalah motivator yang hebat, p
embicara yang berpengaruh, kebapakan, agak diktator, dan sangat maskulin.

5. Olahraga = melatih diri menjadi cekatan dan cermat
Alasan lain, pria adalah “makhluk bertindak”. Olahraga merupakan kegiatan yang cepat dan cekatan.
Pada setiap pertandingan olahraga, maka setiap pemain memiliki peran yang spesifik dan meraih kemenangan
merupakan prioritas utama. Contohnya, setiap penggemar bola tahu, persiapan dan kompleksitas dari setiap
pertandingan (ibarat penguasaan wanita pada gerai-gerai pakaian di pusat perbelanjaan) . Nah,
setiap ketegangan penalti, perebutan bola, bunyi peluit wasit yang marah dan siap merogoh kartu kuning
atau merah dalam setiap momen itu, membuat si dia tidak akan bisa dan tak mau mengalihkan pandangan mereka
dari televisi. Tidak pula meski Anda tampil seseksi mungkin dan memanggil namanya dengan rayuan maut!

6. Olahraga bisa memperat hubungan pertemanan sesama pria
Alasan terakhir, olahraga bisa menciptakan sebuah percakapan yang seru jika para pria ini berkumpul.
Penggemar tim yang sama akan berbagi cerita, sejarah,ngobrol, serta menganalisa pertandingan selama berjam-jam. Menonton pertandingan olahraga bersama memberi kesempatan pada pacar Anda dan teman-temannya untuk bergembira, memaki atlet profesional yang bisa lari lebih cepat, lebih berotot, lebih kaya, dan lebih beruntung daripada para penontonnya.

Masih belum bisa memahami si dia? Coba bayangkan saja bahwa tontonan-tontonan olahraga tersebut sama
seperti Anda ketika menikmati novel percintaan atau menonton film yang dibintangi oleh Brad Pitt atau
Keanu Reeves. Cukup adil bukan?

(Conectique. com)(kompas.com

~ oleh lintasdunia pada Mei 27, 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: