“Yanti” Masuk Jurang, Melaju Mundur “12 Tewas”

01_06_09_metroTRAGEDI YANTI— Bus PO Yanti yang terbalik di Singgalang Kariang, menyebabkan 12 penumpang tewas. Sisanya, para korban luka-luka dilarikan ke RS Yarsi Padang Panjang dan dirujuk pula ke RS Yarsi Bukiktinggi. PADANG PANJANG, METRO– Ruas jalan Padang-Bukiktinggi, tepatnya di kawasan Singgalang Kariang, Nagari Singgalang, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanahdata (km 2 Kota Padang Panjang-red) kembali minta korban. Minggu (31/5) sekitar pukul 13.30 WIB, bus antarkota dalam provinsi (AKDP) bermerek dinding PO Yanti BA 3824 E masuk jurang.

Hingga pukul 17.00 WIB, sebanyak 12 orang penumpang dilaporkan tewas dan 19 lainnya mengalami luka-luka. Pantauan POSMETRO di tempat kejadian peristiwa (TKP), sebelum akhirnya “tatilantang” di dasar sungai sedalam 10 meter dengan posisi keempat roda terbalik ke atas, bus naas tersebut sempat menghantam pagar besi jembatan yang berlokasi persis di depan pos Polisi Singgalang Kariang.

St Syafi’i (45), salah seorang penumpang yang berhasil selamat peristiwa maut itu ketika diwawancarai koran ini di RS Yarsi Kota Padang Panjang menuturkan, sepanjang perjalanan dari Kota Padang menuju Batusangka, bus melaju dalam keadaan normal dan dapat dipastikan tidak terlibat aksi kebut-kebutan. Kejadian naas itu, kata Syafi’i, berawal ketika bus hendak menanjak di pendakian panjang Singgalang Kariang. “Saya awalnya ketiduran dan terbangun setelah mendengar pekikan serta teriakan dari para penumpang lainnya.

Begitu tersadar, bus sudah dalam kondisi meluncur kencang dan masuk ke dasar sungai, setelah sebelumnya sempat menghantam besi jembatan,” ujar Syafi’i. Kapolres Kota Padang Panjang AKBP Wisnu Handayana didampingi Wakil Wali Kota Padang Pajang Ir H Edwin SP yang ditemui di RS Yarsi mengatakan, sejauh ini pihaknya masih melakukan penyelidikan intensif guna mengetahui penyebab peristiwa kecelakaan lalulintas tersebut.

“Secara pasti, kita masih belum mengetahui penyebab kecelakaan tersebut. Namun untuk sementara, peristiwa itu diduga akibat faktor kelayakan kendaraan dan kelalaian manusia,” ujar Wisnu. Data yang berhasil dirangkum POSMETRO dari pihak medis di RS Yarsi menyebutkan, dari 12 korban meninggal itu di antaranya terdiri 8 wanita dan 4 laki-laki.

Empat korban dilaporkan tewas setelah sempat dilarikan ke RS Yarsi dan 8 lainnya di RSUD Kota Padang Panjang. Sementara untuk korban luka berat diperkirakan berjumlah sekitar tujuh orang. Empat di antaranya ditangani di RS Yarsi dan tiga lainnya di RSUD Padang Panjang. “Sebagian dari korban yang mengalami luka berat, sudah kita rujuk ke Bukiktinggi,” kata salah seorang petugas medis.

Lupa Identitas

Sementara di Bukiktinggi, 5 korban dirawat di dua rumah sakit karena mengalami luka serius seperti patah kaki. Di RS Yarsi Ibnu Sina Bukiktinggi, tercatat 4 orang yang dirujuk. Satu di antaranya tidak diketahui identitasnya, karena yang bersangkutan sendiri juga lupa dengan namanya sendiri. Wanita ini mengalami luka robek pada bagian kepala dan tangan kanan juga patah.

Tiga pasien lainnya diketahui bernama Rise (27) warga Batusangka, Kabupaten Tanahdata mengalami luka serius pada kepala dan mendapatkan beberapa jahitan. Di samping itu kedua kakinya juga mengalami patah dan harus dipasangi bidai (kayu penahan tulang). Lalu Buyuang Udin (28) warga Batusangka yang sebagian besar badannya melepuh terkena air panas radiator mobil yang terbalik. Berikutnya, Helma (64) warga Lubuak Buayo, Padang mengalami patah kaki kiri.

Disebutkan Buyuang Udin, ketika bus melewati pendakian Silaiang Kariang, bus naas itu tidak sanggup naik dan mesinnya tiba-tiba mati, lalu mundur. Walau kernetnya itu mencoba mengganjal, tapi karena kencangnya laju mundur itu, dan kuat dugaan karena remnya blong, akhirnya masuk batang air di bawah jembatan sebelah kiri dari arah Padang.

Buyuang hanya sadar ketika badannya sudah terbalik seperti kondisi mobil yang semua rodanya ke atas. Karena posisi mobil itu juga, Buyuang yang duduk pada di tengah, disiram air radiator mobil yang masih panas dan mengakibatkan sebagian besar badannya melepuh.

Sementara itu di Rumah Sakit Achmad Mochtar (RSAM) Bukiktinggi, hanya satu korban yang dirawat. Joni Asril (47) warga Batusangka, sebagian besarnya tubuhnya juga melepuh, karena disiram air accu (aki) bus itu. Sampai berita ini diturunkan, semua pasien masih mendapatkan perawatan intensif tim dokter di dua rumah sakit di Bukiktinggi. Sebagian besar keluarga pasien juga sudah datang menjenguk mereka.

~ oleh lintasdunia pada Juni 1, 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: