6 Tipe Pengganggu di Kantor

Mungkin Anda pernah mengalami hal berikut ini. Anda sudah menyiapkan rencana kerja, mengatur segalanya, dan pekerjaan sudah hampir siap sesuai dengan batas waktu, tiba-tiba Anda menyadari, teman kerja tidak memberikan data yang diperlukan, dan bahkan dia tidak ada di kantor!

Atau, pada situasi Anda dikejar tenggat, telepon berdering dan tak ada teman yang mau menjawab, sehingga Anda harus menjawab telepon dari para klien. Ketika Anda sudah memusatkan kembali perhatian pada pekerjaan yang sedang Anda selesaikan, tiba-tiba teman kerja lainnya mendekat, mengajak ngobrol tentang anak perempuannya yang ikut kursus musik.

Nah, bagaimana mau menyelesaikan pekerjaan bila selalu diganggu dengan hal-hal tersebut? Kadang, teman kerja yang malas dan bersikap menjengkelkan, membuat Anda naik darah atau menyebabkan pekerjaan Anda menumpuk di akhir minggu. Berikut ini taktik untuk menghadapi mereka.

1. Tukang Menghilang
Orang yang termasuk tipe ini dapat tiba-tiba menghilang pada saat dibutuhkan. Mereka sering “hilang” dan datang terlambat tanpa memberitahukan terlebih dahulu, sementara itu pekerjaan Anda terhambat karena ulahnya sehingga Anda harus bekerja dua kali.

Taktik mengatasinya:
Bicaralah dengannya. Jelaskan padanya permasalahan dan perasaan Anda, atau akibat dari perbuatannya terhadap pekerjaan. Ajak dia untuk mencari jalan keluarnya. Misalnya, tanyakan, apakah dia sadar bahwa akibat perbuatannya pekerjaan harus dikerjakan dua kali sehingga bagian/departemen Anda tampak tidak profesional. Minta pula pendapatnya untuk mengatasi masalah ini.

2. Pemberontak
Tipe pemberontak kerap mengurangi pekerjaannya dengan meminta orang lain untuk mengerjakan tugasnya. Mereka dengan amat mudah menyalahkan orang lain atas kesalahan yang mereka lakukan dan menolak mengerjakan tugas yang tidak tertulis dalam deskripsi pekerjaannya.

Taktik Mengatasinya:
Pertama, pastikan betul apakah si pemberontak termasuk dalam daftar nama yang harus mengerjakan pekerjaan tersebut. Bila tidak, jelaskan pada atasan mengenai situasi ini dan tanyakan apa yang harus Anda lakukan. Misalnya, “Operator telepon kita, si X, selalu menyambungkan telepon yang tidak jelas untuk siapa ke saluran saya. Apakah saya harus menerima telepon tersebut atau saya katakan kepadanya untuk menyambungkan ke teman yang lain?”

3. Si Penunda Pekerjaan
Tipe ini selalu menunda pekerjaannya sampai saat-saat terakhir. Memperlambat dalam memberikan informasi/data yang Anda butuhkan sesuai batas waktu yang Anda perlukan.

Taktik Mengatasinya:
Majukan tenggat waktu Anda sehingga tugas dapat diselesaikan tepat waktu. Bila hal ini tidak berhasil, beri catatan pada laporan Anda, bahwa data belum diterima dari X atau dari departemen Y. Dengan cara ini, si penunda pekerjaan akan bereaksi.

4. Tipe Pesaing
Tipe ini selalu ingin menunjukkan, dia lebih dari yang lain. Dia akan selalu berusaha untuk mengerjakan segala sesuatunya melebihi teman kerja lainnya. Entah dengan cara melakukan penjualan paling banyak atau pulang paling malam, dan lainnya.

Taktik Mengatasinya:
Tunjukkan kepadanya, Anda tidak tertarik untuk melakukan pekerjaan ataupun hal lain dengan cara bersaing. Misalnya, “Buat saya, tidak penting apakah kamu mengetik lebih cepat atau tidak karena hal ini membuat saya terganggu. Kamu selalu memaksa saya untuk bersaing. Kenapa, sih, kamu selalu harus merasa nomor satu dalam segala hal?”

5. Tukang Kritik
Baju Anda, suami, mobil, tidak ada sedikit pun yang lepas dari kritikannya.

Taktik Mengatasinya:
Tidak perlu marah terhadap kritikannya. Tenang saja. Mungkin kritikannya ada benarnya. Bila Anda tenang, Anda dapat menerima kritikannya dengan santai tanpa perlu cemas atau merasa perlu membela diri. Misalnya, dia mengejek Anda dengan mengatakan, baju yang Anda pakai tampak longgar. Jawab saja sambil tersenyum, “Ya, mungkin harus dikecilin sedikit,” lalu lupakan ucapan si teman. Anda tidak perlu menanggapinya dengan serius.

6. Penyela
Tukang sela bisa bolak-balik ke meja Anda hanya untuk menceritakan tentang pacar terbarunya. Bunyi telepon Anda maupun batas waktu untuk menyelesaikan pekerjaan Anda bukan merupakan penghalang baginya. Tetap saja dia bolak-balik sehingga mengganggu konsentrasi Anda.

Taktik Mengatasinya:
Bila teman Anda hanya ingin mengobrol, terutama mengenai masalah pribadi, katakan kepadanya untuk membicarakannya pada jam makan siang atau saat istirahat. Tentukan jamnya dan Anda harus konsisten dengan waktu yang telah Anda tentukan tadi.

Hal terpenting yang perlu diingat dan dijaga dalam hubungan dengan teman sekerja adalah jangan sampai ada pertengkaran. Jauh lebih mudah mengatasi masalah sedini mungkin daripada mempertahankan hubungan yang sudah retak. Hal lain yang juga patut dicamkan para karyawan, atasan Anda selalu ingin unit/departemennya kelihatan baik dan pastikan Anda sanggup mengerjakan semua tugas dengan baik.
Dok. Nova

~ oleh lintasdunia pada Juni 3, 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: