Lempar BH, Hujan Bakal Sirna?

Cuaca yang susah ditebak membuat panitia acara ketar-ketir. Tak heran, jasa pawang hujan pun makin dibutuhkan. Bagaimana sih seluk-beluk jasa pawang hujan?

Pagi sampai siang panas, tapi sore atau malam bisa saja hujan turun dengan derasnya. Terkadang diikuti dengan embusan angin kencang. Bila hal ini terjadi, bukan tak mungkin acara yang sudah disiapkan secara matang akan terganggu. Terlebih jika acara tersebut dilaksanakan di ruang terbuka alias outdoor.

Agar hal ini tak terjadi, jasa seorang pawang hujan kerap diperlukan. Salah satunya pawang hujan yang kerap diminta bantuan adalah Ebeng Nursahid (58). Sudah 20 tahun, ayah empat anak ini menjalani profesi semacam ini. “Saya sebenarnya enggak suka dipanggil pawang hujan. Pawang itu biasanya dijadikan sebutan untuk orang yang menjinakkan atau menaklukkan binatang buas. Misalnya, pawang harimau, buaya atau ular. Saya, kan. tidak menaklukkan binatang buas. Jadi, saya bukan pawang,” tukasnya saat ditemui di rumahnya di kawasan Bogor, Jawa Barat.

“Saya hanya mendoakan saja, mensyariatkan. Dengan berdoa kepada Allah, agar tidak turun hujan di area yang dipakai sebagai lokasi acara, selama acara berlangsung.” Ebeng mengisahkan, dalam menjalankan aksinya ia tidak menghentikan hujan. “Saya hanya memindahkan hujan yang akan turun di lokasi acara ke lokasi lain yang lebih membutuhkan hujan saat itu,” sambungnya.

Mulut Ke Mulut

Dikisahkan Ebeng, kemampuan yang dimilikinya ini didapatnya secara turun-temurun. “Saya dapat dari Kakek, saya lalu mempraktikkannya diam-diam. Kalau ada tetangga yang menggelar hajat, saya coba. Niat saya hanya ingin membantu orang banyak saja. Tanpa diminta pun kalau ada tetangga atau orang yang saya kenal sedang melaksanakan acara, pasti saya bantu. Hal ini masih saya lakukan sampai sekarang. Saya juga enggak pernah meminta bayaran,” tuturnya.

Rupanya setelah Ebeng sukses banyak orang yang minta tolong memindahkan hujan. ”Jadi promosinya dari mulut ke mulut. Makin hari makin banyak yang datang ke saya,” beber pria berdarah Cirebon, Jawa Barat ini.

Ebeng banyak mendapat job dari orang yang hendak hajatan pernikahan. Kliennya datang dari masyarakat biasa sampai artis. ”Dari seringnya membantu di acara-acara semacam itu saya kemudian berkenalan dengan Ibu Tien Santoso, perias pengantin. Sehingga saya kerap diajak Ibu Tien Santoso,” paparnya seraya tersenyum.

Seiring waktu, berbagai acara seperti panggung musik sampai acara peresmian ditangani Ebeng. Bahkan beberapa kali pria berbadan besar ini ikut menangani acara yang dihadiri RI 1 dan RI 2. “Pernah pula saya diminta membantu kelancaran syuting film,” ujarnya saat ditemui Tabloid Nova.

Menangani acara yang dihadiri orang nomor satu di negara ini menurutnya susah-susah gampang. “Sebelumnya saya harus lapor dulu ke satuan pengaman, paling tidak untuk memperkenalkan diri. Saya juga dapat identitas khusus dari panitia acara, sehingga bisa menjalankan tugas saya dengan nyaman.”

Kalau tidak begitu, “Pernah saya ditegur sama petugas keamanan, mungkin karena mereka curiga dengan saya. Kan, setiap kali bertugas saya harus jalan berkeliling lokasi acara. Tapi itu dulu, sekarang hampir semua petugas keamanan yang biasa mengikuti RI 1 dan RI 2 sudah kenal dengan saya,” tukasnya.(tabloid nova)

~ oleh lintasdunia pada Juni 3, 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: