Agar Usulan Diterima Atasan

Jangan berkecil hati dulu jika usulan anda tidak diperhatikan, mungkin bukan karena usulan anda tidak cemerlang tapi masalahnya ada pada cara penyampaian anda.

Anda merasa jika gagasan yang sampaikan pada atasan adalah gagasan yang brilian, namun sering kali atasan anda mengabaikannya. Hal itu sering terjadi, lalu sebagian orang menganggap kalau atasan tidak akomodatif atau tidak terbuka atas gagasan baru, dan sejuta tudingan sejenis lainnya.

Tapi, sadarkah anda bahwa bisa saja masalahnya tidak terletak pada sang atasan, atau gagasan yang anda sampaikan? Nemun, semua itu terletak pada cara anda menyampaikannya! Lalu upaya apa yang dapat dilakukan agar gagasan anda didengar?

– Pola komunikasi
Menyampaikan sebuah gagasan, berarti mengkonkritkan suatu konsep dan membaginya dengan orang lain. Biasanya orang yang memiliki banyak gagasan memiliki kemampuan berpikir yang lebih baik, dibandingkan keterampilan membagikan gagasannya itu pada orang lain, dan mengajak orang untuk memahami gagasannya itu.

Sering kali saat menyampaikan gagasannya, seseorang menjadi sangat tergesa-gesa agar gagasannya segera didengarkan, dimengerti dan diterima. Bahkan tak jarang disertai nada sedikit mendesak. Tentunya ini terjadi tanpa disadari. Jika demikian, tak hanya atasan anda, rekan sekerja yang lain pun tentunya tidak ingin mendengarkannya.

Ada baiknya anda mencoba untuk menyampaikan gagasan itu dengan tenang. Jika mungkin ajukan gagasan itu dalam suasana percakapan yang lebih pribadi dan akrab. Saat perhatian atasan hanya tertuju pada anda. Tak ada salahnya menarik perhatiannya dengan mengatakan tujuan anda membagi gagasan ini dengannya, misalnya: “Saya memiliki sebuah gagasan yang mungkin akan berhasil baik, jika dilaksanakan oleh perusahaan kita ini.”

Kalimat ini, tentu saja akan menarik perhatiannya. Paling tidak atasan anda tedorong untuk menggali sedalam apa kepedulian anda pada perusahaan. Kondisi seperti ini diharapkan bisa mengembangkan pola komunikasi yang lebih baik.

– Rintangan individual
Jika anda telah melakukannya tetapi atasan tidak juga menanggapi dengan baik gagasan-gagasan anda, jangan berkecil hati dan berpikir bahwa gagasan anda tidak cemerlang.

Sebuah penelitian mengatakan bahwa 80% wirausahawan sebelumnya mengalami hal serupa ketika mengajukan gagasan cemerlang pada atasannya. Gagasan mereka tidak digubris, dan membuat mereka kesal. Alih-alih menunggu gagasannya diperhatikan, mereka justru merealisasikan gagasan tersebut dalam bentuk usaha sendiri, dan sukses!

Bisa jadi, bos anda itu adalah jenis atasan yang tidak tertantang dengan ide baru. Jika demikian, ini bisa jadi merupakan sinyal bahwa anda tidak akan sukses bersamanya.

Akhirnya, andalah yang dapat memutuskan. Apakah akan tetap berada dalam kondisi seperti sekarang, atau mencari lingkungan baru yang bisa mengakomodasi ide-ide cemerlang Anda itu.(perempuan.com)

~ oleh lintasdunia pada Juni 7, 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: