Tips Ngemil Lancar, Tubuh Terhindar Dari Melar

Kebiasaan makan pada saat Anda merasa frustasi, lelah, bosan atau butuh rasa nyaman, bisa jadi pemicu meningkatnya berat badan. Namun, tak semua kebiasaan makan di kala stres, mengganggu kesehatan. Sebab pada kenyataannya, memang beberapa jenis makanan bisa membuat perasaan Anda lebih baik.

Jawab pertanyaan berikut. Jika kebanyakan jawaban Anda ‘ya’, berarti adalah Anda adalah ‘stress eater’ alias menjadikan pelarian stres dengan mengudap.

– Apakah Anda sering ngemil saat stres? Ya/Tidak
Tidak ada salahnya jika Anda gemar mengudap, namun pilihlah jenis kudapan yang tidak banyak mengandung kalori. Buah-buahan yang dagingnya agak keras (mangga mengkal, pepaya mengkal, apel, dan pir), memerlukan pengunyahan yang lama saat dimakan sehingga dapat membantu meredam emosi dan menstabilkan gula darah, namun tetap rendah kalori.

Jangan memilih pisang lantaran buah ini mengandung jumlah energi yang lebih banyak ketimbang apel atau pepaya dalam berat yang sama. Hindari pula jenis makanan yang gurih dan manis (padat gizi), termasuk kacang-kacangan.

– Apakah Anda menyadari bahwa tujuan makan Anda adalah untuk mengembalikan mood? Ya/Tidak
Jika pekerjaan Anda membosankan dan membuat stres, lebih baik Anda mulai menyiasatinya dengan aktivitas yang benar. Mulailah menjalani strategi untuk memperbaiki mood tanpa bantuan makanan. Salah satunya dengan berolahraga. Khasiatnya bisa membangkitkan mood dan meningkatkan energi. Carilah waktu yang tepat untuk diri Anda sendiri dengan berolahraga yang teratur. Minta teman Anda untuk menggantikan pekerjaan Anda sementara waktu.

– Apakah Anda makan untuk memberi ‘hadiah’ kepada diri sendiri?
Setelah membereskan seluruh pekerjaan sehari-hari, bagi kebanyakan wanita, inilah waktu yang tepat untuk bersantai. Dalam kondisi ini, mungkin Anda menyantap segala jenis makanan yang Anda suka sebagai ‘imbalan’ atas rasa lelah yang hinggap setelah bekerja seharian.

Jika demikian, sebaiknya mulai sekarang rancanglah porsi makan Anda. Satu scope es krim untuk tiga malam dalam seminggu sudah cukup banyak sebagai ‘hadiah’. Atau Anda bisa mengganti makanan dengan kesenangan lain seperti berendam di air hangat, sambil membaca atau hanya memejamkan mata dengan santai. Anda pasti akan menikmatinya!

Saran ahli gizi:
Kunci untuk menghindari makan untuk meredam emosi ini adalah dengan menyelami persoalan yang menyebabkan Anda melakukannya, kemudian berusaha mengatasi persoalan tersebut hingga tuntas. Jika hal ini sudah menjadi kebiasaan yang tidak bisa diubah, sebaiknya Anda mencoba berkonsultasi dengan ahli gizi dan psikolog.(vvn) http://www.SuaraMedia.com

~ oleh lintasdunia pada Juni 9, 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: