Soft Drink Picu Tulang Keropos

(SuaraMedia) – Hmm…minum cola dingin di siang hari yang terik pasti menyegarkan, apalagi sesuai beraktivitas. Tapi tahukah Anda jika kebiasaan minum cola setiap hari akan membuat tulang keropos terutama pada wanita, seperti riset terbaru yang dilakukan Tufts University dan dilansir healthday, Sabtu (07/10/06).

Dalam laporan di American Journal of Clinical Nutrition, para ilmuwan menyebutkan cola sama sekali tak memberikan keuntungan bagi kesehatan wanita, karena cola terbukti bisa menurunkan densitas (kepadatan) tulang.

Pemimpin peneliti Katherine Tucker, Director of the Epidemiology and Dietary Assessment Program dari Jean Mayer USDA Human Nutrition Research Center on Aging, menyatakan: “Cola bukan jenis minuman baik bagi wanita, karena terbukti bisa menurunkan kepadatan tulang. Mereka yang mengkonsumsi cola setiap hari beresiko mengalami penurunan masa tulang, dibanding mereka yang hanya meminumnya sekali seminggu. Untuk mencegah osteoporosis (kerapuhan tulang) dini, cobalah mulai mengganti cola dengan minuman lain yang lebih menyehatkan.”

Seperti diketahui cola sendiri adalah minuman populer di dunia, sementara osteoporosis dialami sekitar 55 persen penduduk Amerika, terutama kaum wanita. Dalam studi ini, ilmuwan menganalisa data medis dari 2.500 partisipan yang usianya tak lebih dari 60 tahun dan menganalisa kepadatan tulang di tiga area tulang pingul, dan tulang belakang.

Hasilnya, wanita yang minum cola secara rutin (empat cola per minggu), memiliki kepadatan tulang lebih rendah dibanding mereka yang menghindari meminum cola. Sementara itu mereka yang minum cola setiap hari mengalami penurunan kepadatan tulang sampai empat persen dibanding mereka yang tak mengkonsumsi cola.

Menariknya, dalam studi ini cola tak memberikan banyak efek buruk pada kepadatan tulang pria. Namun sampai saat ini tim masih meneliti alasan kenapa minuman berkarbonasi ini hanya mempengaruhi kepadatan tulang pada wanita.

Dalam hal ini diet cola memiliki efek sebanding dengan cola reguler, namun cola decaffeinated (tanpa kandungan kafein) tak memiliki efek pada densitas tulang. Kesimpulannya, kafein pada cola adalah penyebab utama naiknya resiko osteoporosis pada wanita.

Dr. Mone Zaidi, Director of the Mount Sinai Bone Program at Mount Sinai School of Medicine, New York City dalam dukungannya terhadap riset yang dilakukan Tufts University mengatakan: “Keterlibatan kafein dalam penyerapan kalsium menyebabkan terhambatnya susunan pembentukan mineral tulang. Jika kebiasaaan mengkonsumsi cola di usia muda terus dilakukan, bukan tak mungkin mereka akan mengalami osteoporosis sebelum mencapai menopause.

Padahal di usia 30-an, tubuh lebih banyak membuang kalsium dibanding menyimpan, apalagi kehilangan tulang akan terus terjadi secara bertahap di usia 40- 50 tahun. Selain itu setiap orang akan mengalami masa pengeroposan tulang yang datangnya variatif. Hal itu sangat wajar, mengingat adanya metabolisme tubuh, sementara kalsium sendiri akan hilang melalui kuku dan keringat, sehingga harus ada masukan kalsium, melalui makanan. Karena itu kampanye minum susu atau makanan tinggi kalsium sejak usia muda sangat perlu dilakukan, untuk mencegah tulang keropos.(kpl) SuaraMedia.Com

~ oleh lintasdunia pada Juni 10, 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: